7 Bulanan Zha

Alhamdulillah..kami diberi rejeki untuk melakukan Aqiqah sekaligus 7 bulanan Zha anak kedua kami, acara dilaksanakan di Nganjuk kampung mamake Zha, sama seperti acara 7 bulanan Aqira dulu. Perjalanan menuju Nganjuk kami tempuh via udara dan beberapa saudara lain melalui jalan darat, pertimbangan via udara pun saya ambil karena kalau nyetir sendiri saya tidak kuat, tadinya ada temen nyetir tapi last minute cancel karena beliau ada acara lain. Ini juga jadi penerbangan perdana kami berempat, yah itung2 travelling juga sih, kedua bocil cukup anteng selama perjalanan terutama saat perjalanan dari Surabaya – Nganjuk yang ditempuh selama kurang lebih 3 jam, kami dijemput saudara yang melalui jalan darat dari Bali.

Persiapan acara banyak dibantu saudara2 lain di Nganjuk dan kami sangat exciting akan hal ini, acara di mulai dengan mandiin Zha, kemudian penyambutan seperti layaknya tamu masuk rumah, menaiki tangga yang dibuat oleh pohon tebu, menginjak kue apem yang sudah disiapkan, dikurung oleh kurungan ayam dan terakhir memilih benda2  yang disajikan dalam nampan, Zha memilih benda dokter2an diantara benda lainnya, semoga kedepannya cita2nya bisa menjadi Dokter beneran 🙂 amiiin….

Ada satu acara akhir…yaitu membagi koin2 receh kepada para penduduk di sekitar desa yang menunggu diluar hingga acara selesai, hal ini pun kami lakukan sama seperti acara Aqira dulu dan sepertinya menjadi acara wajib jika ada hajatan yang sama di desa ini, acara ini memang selalu ditunggu oleh penduduk sekitar dan kami memang niatkan untuk membagi koin ini, saya membongkar celengan yang telah lumayan lama dikumpulkan dan ada pula pemberian koin dari kerabat di desa, lumayan seru melihat mereka rebutan koin dan ada beberapa doorprize yang dibagikan juga meskipun cuman sekedarnya, bagi yang dapat bisa menukarkan dengan hadiah yang telah kami siapkan, dan alhamdullilah acara berjalan lancar!

Selain acara 7 bulanan ini, ada satu acara lain yaitu pelantikan saudara sepupu yang telah menyelesaikan pendidikan bintara polisi di Mojokerto dan untuk acara jalan2nya kami menyempatkan untuk main ke Kediri Town Square, lumayan lah kalo nyetir dari Nganjuk ke kedua tujuan diatas :D. Semua urusan telah selesai pulangnya saya memutuskan untuk naik kereta ke Surabaya karena memang pengen ngajak kedua bocil berpetualang naek kereta, mayan jarak tempuh hanya 1,5 jam dari Nganjuk menuju Stasiun Surabaya Gubeng dibanding naik bus yang hampir 3 jam perjalanan. Sesampainya di Surabaya kami mengisi waktu untuk maen ke Tunjungan Plaza mall sebelum bertolak ke Bali sore harinya.  

Semoga bisa melanjutkan traveling ke tujuan lain bersama mereka tentunya 🙂 

Continue Reading

Wordcamp Denpasar 2016

Yaak, ini merupakan wordcamp pertama saya dan pertama kali juga diadakan di Bali. Sebagai pengguna WordPress (WP) sepertinya WP developer wajib hadir di acara ini, tapi saya hanya pengguna WP biasa dan hanya menggunakan platform ini untuk blogging saja dan tidak lebih, dulu sih ceritanya sempet ngutak ngutik WooCommerce untuk bikin toko online, dan sempat beli theme diskonan dari Tokokoo, tapi apalah daya waktu ga ada, domain expire dan hosting pun angus 😀

Asiknya hadir diacara ini sih jadi lebih mengenal dunia per-wordpress-an, terutama developer2 nya, mindset hotelier disingkirkan dulu, mereka asik2 orangnya dan sebagian geek memang, suasana santai saja sih, tshirt dapat gratis di acara, sebagian celana pendekan malah (blom pernah sih liat developer pake pakaian formal) 😀 Tidak hanya peserta dari Bali, banyak yang datang juga dari Surabaya ataupun Jakarta untuk menghadiri Wordcamp ini, yang saya tahu sih Mas Viking Karwur dan Anggi Krisna dari Tokokoo diantaranya. Peserta dari Bali pun yang saya temui adalah teman2 Web Developer di beberapa agency dan ada juga ternyata hotelier yang merupakan penghobi sama seperti saya.

Dari sisi acara dan presenter pun tidak kalah menarik, salah satunya saya sempat kenalan dengan Mas Ilman Akbar founder dari AnakUI.com yang juga bekerja di Traveloka sebagai Digital Marketing dan Analysis, nyambung2 juga sih pembicaraanya kalau dikaitkan dengan perusahaan dia dan saya sebagai partnernya :D. Mas Ilman membawakan topik lebih ke SEO, how to create better content, dan saya kira ini menarik jika di kombinasikan dengan WP sebagai enginenya. Presenter lain juga tidak kalah menarik dan ada salah satu yang saya suka yaitu: No More Cowboy Coding, dalam materi ini presenter lebih membahas tips2 penggunaan wordpress dan error2 yang sering dihadapi, simple dan tidak berbagu teknikal, cocok bagi user seperti saya lah 😀

Sayang beribu sayang, saya hanya bisa menghadiri acara ini sampai jam 3 sore karena saya harus menyiapkan acara 40 harian bapak, well semoga masih bisa berkesempatan untuk hadir di wordcamp2 yang lain dan yang terpenting terimakasih saya ucapkan kepada para sponsor untuk makan siang yang enyak di hari ultah saya ini 😀 😀 😀

Because Code is Poetry…kalau mungkin ada reinkarnasi saya pengen jadi Web Developer euy, hahahaha..

code-is-poetry

Continue Reading

Social Media Para Racer Tamiya MiniWD

Untuk urusan yang satu ini mungkin bisa di google sajalah, tapi saya ada beberapa rekomendasi yang saya rangkum di berbagai social media dan bisa dijadikan referensi, cekidot!

Youtube: bisa subscribe channel dibawah ini:

Instagram: beberapa saya screenshot di hp saya buat acuan untuk modifikasi mobil ataupun model, kebanyakan disini para racer Jepang baik personal maupun team dan ada pula racer dalam negeri

Facebook: disini saya bergabung dengan beberapa group Tamiya STO Mini4wd diantaranya:

Let’s Get Back on the Track!

get-back-on-the-track

Continue Reading

Selamat Hari Blogger Nasional

Cuitan mas Hendra tempo hari ini cukup membuat saya sedikit jengah, bagaimana tidak komunitas blogger macam wongkito ataupun cahandong pun sudah tidak eksis lagi, tapi beruntungnya bali blogger masih eksis sih, ini dikarenakan para admin ganteng yang saya kenal masih mau mengurusi websitenya meskipun seluruh postnya pun diambil dari agregator para anggotanya.

Konteksnya ini Hari Blog Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober…saya inget dulu banget masih ada Pesta Blogger yang tiap tahun diadakan untuk memperingati Hari Blog Nasional, terakhir kalo tidak salah itu Pesta Blogger 2010, mimih ratu lama sekali yaa 😀 Kemana Pesta Blogger sekarang, mati suri? bisa dikatakan iya karena mungkin tidak ada yang memulainya kembali? entahlah…mari tunggu kabarnya saja 🙂

Sebagai blogger abal abal yang baru belajar menulis kembali, cukup banyak tulisan saya terdahulu yang saya tulis dibawah kategori Bali Blogger yang bercerita mengenai komunitas blogger bali, khususnya acara2 yang sering diadakan, entah itu ultah bali blogger, kegiatan amal ataupun jalan2 dan juga motivasi saya untuk menulis kembali, kurang lebih ada 3 post yang saya tulis (banyak yah, hahahah…maklum pemalas :D).

Saya membaca post dari Mas Donny Verdian ini, cukup menggugah dan memotivasi untuk menulis kembali, Menulislah karena menulis itu adalah cara kita ber-ekskresi, membuang sisa-sisa metabolisme tubuh, tenaga, pikiran dan hati! ~ ini benar adanya sih, kalau dulu saya menulis di blog hanya untuk mendapatkan komentar, traffic ke blog, ataupun sedikit eksis sah-sah saja sih, tapi sekarang kontennya mungkin sudah berbeda ya, dengan adanya social media orang2 pun lebih banyak menulis disitu yang kemudian mengundang banyak komentar lain dengan blog yang hanya mengundang segelintir komentar itu pun kalau mereka tau blog kita apa, kwkwkwk…Dengan kata lain social media mematikan blog itu benar adanya juga dan saya pun tipe pengguna social media yang hanya “listening” saja, tidak banyak yang saya update di facebook ataupun path paling hanya nyampah melalui twitter ataupun posting soal Tamiya di instagram saja.

Well, kembali lagi ke soal menulis…jadi menulis lah apa yang ada di pikiranmu, asal goblek aja ga usah pake sunting2an segala macem karena menulis di blog gak perlu editor handal, nulis sak karepmu wess! wess ndang kerjo, nulis tok koe iki!

Selamat Hari Blogger Nasional ~ Menulislah selagi bisa, karena kalo ga bisa nulis, mungkin koe ga lulus SD 😀

 

 

Continue Reading

Mengenang Bapak

Kematian merupakan misteri Ilahi yang kita sendiri tidak bisa menyangkalnya dan bisa terjadi pada siapa saja, kapan pun dan dimana pun. Bapak Soedarto, papa saya telah berpulang ke rahmatullah pada tanggal 12 Oktober 2016 pukul 17.45 sore karena penyakit menahun yang di derita beliau.

Papa memang sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit jantung yang di deritanya sejak lama, mungkin bisa dihitung 2-3 bulan sekali mesti rajin check in di rumah sakit, khususnya rumah sakit sanglah di bagian PJT (Pusat Jantung Terpadu), sampai perawat dan dokter disana pun sudah tidak asing lagi terhadap papa yang sudah sering dirawat. Terakhir yang saya paling saya ingat adalah ketika bepergian ke bandung naik pesawat, penyakit sesak papa kambuh di pesawat ketika menuju pulang ke bali, alhasil di pesawat pun jadi keadaan darurat, beberapa penumpang pun terlihat intens melihat saya dan ada sebagian yang menyarankan untuk tetap berdoa sampai pesawat landing dan untungnya ada seorang perawat di pesawat yang memonitor keadaan papa. Sampai pesawat landing pun akhirnya papa di tandu menuju ambulance yang ada di bawah dan langsung menuju rumah sakit sanglah.

Riwayat Penyakit Bapak

Saya ingat pertama kali papa di diagnosa terkena penyakit jantung sekitar bulan agustus tahun 2007, saat itu papa memang dianjurkan untuk melakukan caterisasi dan pasang ring di rumah sakit jantung harapan kita di jakarta. Saya saat itu memang mendampingi beliau beserta mama sampai akhirnya kami menyewa kost bulanan di sekitar rumah sakit karena pra dan post operasi memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Seiring berjalannya waktu, papa mulai membandel dengan tidak memperhatikan pola hidup sehat dan mulai merokok lagi, saya sampai tidak habis pikir kenapa papa sampai melakukannya lagi dan pada akhirnya tindakan kedua mesti dilakukan yaitu memasang ring kembali di jantungnya, ini terjadi sekitar tahun 2010 – 2011 setahun papa menjelang pensiun.

Singkat cerita, setelah pensiun pun papa lebih intens keluar masuk rumah sakit dan karena sudah tidak ada tanggungan dari kantor maka papa menggunakan bpjs dan mesti harus mengikuti prosedur yang telah ada, mengantri dari pagi hanya untuk berobat dan kontrol ke tiap2 poliklinik sudah menjadi makanan sehari hari. Makin kesini tidak hanya jantung yang dikeluhkan beliau, dokter mendiagnosa paru paru dan ginjal beliau juga terkena efeknya. Infeksi paru dan ginjal yang tidak berfungsi dengan baik, mungkin juga ini efek setelah sekian lama mengkonsumsi obat2an, tanda2nya dapat dikenali dengan bengkak yang diderita beliau khususnya bagian kaki dan perut, sesak yang tidak biasanya dan ini hanya dapat diminimalisir dengan dibantu oksigen ataupun nebulizer di rumah sakit.

Saat saat kritis

Tanggal 29 september, papa merayakan hari ulang tahunnya yang ke 59 dan tadinya saya beserta anak2 ingin merayakan dengan mengajaknya makan bersama seperti tradisi tahun2 sebelumnya, apa daya sehari setelahnya niat ini saya urungkan karena sesak yang di derita papa terlihat cukup parah dan benar saja keesokan harinya papa dirujuk ke sanglah. Saat itu didiagnosa jantung papa terlihat tidak masalah, dokter lebih melihat lebih ke arah paru2nya dan benar saja setelah di rontgen terlihat paru2 papa yang ditutupi cairan dan hanya menyisakan ruang di paru sebelah kanan, pantas saja sesak papa terlihat parah. Dikarenakan kamar selalu full di sanglah, papa diperbolehkan pulang karena ingin rawat jalan dan mungkin juga sudah bosan di sanglah setelah beberapa hari dirawat, padahal menurut saya tidak semestinya papa pulang karena terlihat masih sesak. Dan..benar saja alat bantu oksigen yang baru saya beli tidak mempan dan habis, dini hari papa dibawa ke rumah sakit wangaya karena itu rumah sakit yang terdekat dan saya dengar perawatan untuk penyakit parunya lebih bagus daripada sanglah.

Terhitung sejak jumat tanggal 7 october papa di rawat di rumah sakit wangaya, saat itu memang sudah langsung masuk ke iccu, saya memang menyempatkan diri untuk tidur di sana selepas kerja, di ruang tunggu iccu dan ada 1-2 saudara yang menemani secara gantian, kadang saya merasa tidak secara utuh menemani beliau dikarenakan saya mesti bekerja, untunglah ada mama dan saudara lain yang mengcover ini pada jam kerja dan giliran saya selepas kerja.

Saya pantau perkembangan sejak hari senin, kesadaran papa dari waktu ke waktu mulai menurun dan begitupun diagnosa dokter, dari sisi jantungnya, papa sudah tidak lagi mengeluarkan cairan kencing dan oksigen yang menopang pun tidak bisa di lepas lebih lama jikalau papa mau makan atau minum, papa lebih banyak tidur dan hanya sesekali membuka mata jikalau dibangunkan, sedang dari sisi paru paru nya terlihat lebih dominan karena sesak yang tidak berkurang sama sekali dan kadar CO2 di dalam tubuh dari hari ke hari makin meningkat. Papa pun sempat berwasiat ke mama kalau sudah tidak sanggup, cukup sampai disini dan jaga anak2, mendengar ini saya pun bergegas menuju rumah sakit dan minta ijin ke atasan untuk bekerja setengah hari.

Hari selasa tidak banyak perubahan, minum obat pun sudah tidak sanggup lagi dan mesti dipaksa dan akhirnya mau, hari rabu saya mesti cek hasil darah papa ke sanglah dan gantian mama yang menemani sampai akhirnya pada siang hari saya menuju wangaya lagi karena ada panggilan dari dokter untuk melakukan tindakan intubasi, yaitu menambah alat bantu pernapasan dan mengeluarkan CO2 yang berlebih didalam tubuh, bukan tanpa resiko melakukan ini seperti yang dijelaskan oleh dokter, kesempatan pun hanya 50-50 bisa menolong atau tidak sama sekali. Saya pun berdiskusi dengan mama dan keluarga lain dan akhirnya saya menandatangani untuk dilakukan tindakan. Kurang lebih sekitar jam 4 sore tindakan dilakukan oleh dokter anestesi dan team, dijelaskan juga mengenai perkembangan papa, sampai pada saat jam 5 sore saya dipanggil kembali oleh dokter karena keadaan papa memburuk, dokter menjelaskan ada serangan jantung ketika dalam proses ini dan dokter pun menyuntikkan picu jantung dibantu pompa jantung oleh perawat lain, saya sendiri melihat proses ini…Ya Allah..sungguh tidak tega melihatnya tapi saya harus 🙁 sampai pada saat jam 5.30 adik saya datang dan juga melihat papa seperti ini, sepertinya memang papa menunggu adik, kurang lebih sekitar 15 menit saya dan adik tidak henti2nya untuk membisikkan laval2 Allah, istigfar dan tahlil di telinga beliau, dan sampai pada akhirnya jam 5.50 semua tanda di monitor papa mulai padam, dan denyut jantung papa sudah tidak ada lagi, dan dokter menyatakan papa telah meninggal.

Siapa yang tidak sedih dan merasa kehilangan terhadap orang yang dicintai, terutama mama yang selama 36 tahun menemani papa, bergegas saya urus segala administrasi, mengabari beberapa saudara jauh di bandung, adik mengurusi kifayah di lingkungan papa tinggal dan akhirnya jam 8.30 papa dibawa ke Musholla Al Qomar tempat beberapa kolega Sunda papa sering berkumpul dan melakukan pengajian. Jenazah papa disemayamkan disana semalam dan sampai keesokan harinya dibawa ke Pemakaman Wanasari di kampung jawa. Alhamdullilah pemakaman berjalan lancar dan banyak dibantu oleh saudara serta teman papa di perkumpulan Sunda. Tahlilan kami adakan di rumah saudara sampai hari ke 3 dan hari ke 7 di Mushola Al Makmur, ini merupakan wasiat dari papa dan dilakukan juga oleh saudara2 papa yang meninggal terlebih terdahulu.

Banyak kenangan manis dan pahit yang saya lalui bersama beliau tentunya, jasa2 beliau tidak mudah dilupakan sampai akhirnya saya berada di posisi sekarang ini, beliau tidak sempat berfoto keluarga sampai cucu ke-2 beliau lahir, yang saya ingat dari beliau ketika Zha (anak ke-2 saya) lahir “Eyang belum sempet gendong Zha, nanti insya Allah kalau eyang sudah sembuh ya”.

Yang tenang disana ya Eyang To, kami semua akan selalu merindukanmu.

Eyang To bersama saya dan Qiya (cucu pertamanya)
Eyang To bersama saya dan Qiya / Wai (panggilan kesayangan untuk cucu pertamanya)
Continue Reading

Pendakian ke Gunung Batur

Ini pendakian kedua saya ke Gunung Batur, pendakian pertama sekitar bulan April lalu yang mana pada saat itu cuaca di sekitar gunung batur agak berkabut dan hujan ketika sampai atas, well…pendakian kedua ini untungnya cuaca agak bersahabat dan bisa dibilang kami dapat moment yang tepat ketika sampai diatas 🙂

Pendakian kedua ini saya lakukan bersama teman2 di hotel yang juga ikut pendakian pertama dan ada beberapa teman hotel lain yang ikut pendakian juga. Kami berangkat terpisah pisah, ada yang berangkat lebih dahulu karena sudah menyewa penginapan disana, saya berangkat jam 11 malam bersama 1 mobil lain, dan perjalanan ditempuh kurang lebih 1.5 jam menuju kintamani. Jam 1 lebih kami sampai dan berlanjut beristirahat di Segara hotel (karena teman lain sudah menyewa beberapa kamar disini untuk beristirahat). Lumayan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu rombongan lain datang dan akhirnya kami berangkat jam 3 dinihari menuju meeting point dengan Pak Ketut (Guide langganan), sayangnya 1 mobil lain yang bergabung tidak bisa mengikuti alur mobil yang saya tumpangi dan akhirnya mentok di jalur pendakian Pura Jati, karena jarang ada sinyal disana maka komunikasi terputus dan akhirnya kami janjian untuk ketemu di puncak.

Jalur pendakian bersama Pak Ketut ini termasuk jalur pendakian terpendek, yaitu di Desa Serongga dan bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam untuk sampai di puncak. Kali ini Pak Ketut membawa keponakan perempuannya Wayan untuk menemani karena rombongan kami yang cukup banyak orang, total yang mendaki kali ini 16 orang. Mobil parkir pun disekitar rumah Pak Ketut dan jalur trekking tepat dibelakang ladangnya, jadi bisa dibilang jalur ini langsung menanjak karena berada tepat di bawah gunung. Cuaca cukup cerah pada saat kami mulai mendaki sekitar jam 4 pagi, jalur berpasir dan berdebu ditemui pertama kali sampai sekitar setengah perjalanan menuju puncak. Selebihnya ditengah ada jalur landai dan berpohon tapi kemudian menanjak lagi. Sebelum puncak tampak matahari sudah mulai terbit dan teman saya mengambil foto ini untuk saya, tjakep kan! (pemandangannya..bukan saya :D)

sebelum-puncak-batur

Piss!
piss-sebelum-puncak

Jarak ke puncak hanya beberapa langkah lagi, kami sampai di puncak sekitar pukul 6.30 dan matahari sudah mulai meninggi tapi tidak lama kemudian tertutup kabut. Menikmati kopi panas atau teh manis di warung sekitaran sana memang nikmat, apalagi ditambah kebul asap rokoknya, beughhh…syadaaappp! :D. Sebenarnya jalur ini bukanlah jalur paling puncak, ada satu titik point yang mesti dikunjungi lagi, tapi tidak apalah yang penting sudah di puncak dan berfoto2 ria. Team yang terpisah tadi pagi pun sudah sampai dan ternyata memang tidak bertemu, mereka ada di puncak lainnya.

Lumayan lama kami di puncak dan ketika kabut mulai turun kami pun beranjak turun, jalur trek turun kami sama persis dengan trek naik, tapi team sebelah mengambil jalur Toya bungkah, dimana bisa langsung menuju ke air panas di Toya Devasya. Ini beberapa moment di puncak dan turun kami.

Well…saya jadi ketagihan untuk trekking lagi dan kami pun berencana untuk trekking selanjutnya ke…..Gunung Catur! semoga kesampaian 🙂

Continue Reading

Bermain Tamiya Mini4wd (lagi)

Semua anak laki2 yang besar di tahun 90an seperti saya pasti mengenal mainan yang satu ini, jenis mobil2an ini memang besar di masa nya, saya waktu itu pun ikut bermain ini, dan mungkin dulu bermain Tamiya identik dengan mobil balap miniatur tapi sebenarnya Tamiya bukan hanya melulu tentang mobil, ada berbagai macam model seperti Remote control, model scale (miniature pesawat terbang, mobil, motor, kapal laut ataupun tank militer). Saat ini saya hanya bermain Tamiya berjenis Mini4WD. Kalau dulu tamiya berjenis ini dihargai kurang lebih sekitar 30rb rupiah sekarang harga 1 boxnya itu kira2 mulai dari 150rban saja, ini pun masih Tamiya standar box belum termasuk parts2 lain.

Sebenarnya banyak resources dari internet kalau kita mencoba googling Tamiya Mini4WD, saya hanya menulis tentang ini hanya untuk hobby dan berbagi pengalaman saja 🙂 Saya mulai mengenal Tamiya lagi kurang lebih bulan Maret 2016 lalu, mulai hanya membeli 1 kit (Series Avante), mencoba merakit kembali dengan berbekal buku petunjuk dan jadi Tamiya standar tanpa ada modifikasi sama sekali. Sebenarnya mini4wd ini terbagi dalam berbagai kelas (saya ambil pengertian dari salah satu blog Tamiya Mini4WD Indonesia): Kelas STB (Standar Tamiya Box) dan Kelas STO (Standar Tamiya Original) ada juga Tamiya Sloop dan Tamiya Nascar.

Saat itu saya mempunyai 2 Tamiya STB, sempat tertarik untuk merakit Tamiya Sloop di CM Tamiya, milik teman saya Reo di daerah monang maning, cuman ya seperti ada yang kurang greget kalau bermain sloop ini, kalau mencari kencang mungkin ini jawabannya, tapi bukan itu yang saya cari dan akhirnya saya urungkan niat saya untuk bermain sloop. Saya mulai melirik Tamiya STO dan perlahan saya mulai menemukan asiknya bermain STO ini dan kebetulan saya juga mulai join di group FB yang khusus membahas Tamiya STO di bali. Disini saya menemukan banyak teman yang saya jadikan tempat belajar setting sana sini, kebanyakan mereka sudah senior dalam hal menyeting mobil dan tidak sedikit juga yang newbie seperti saya. Tempat bermain STO di bali ada di Hardys Mall Sesetan lantai 3, disini ada track dan berbagai macam parts STO.

Tidak terasa sampai saat ini saya sudah merakit 3 buah mobil STO dan kedepannya saya akan mencoba berbagi bagaimana menyeting mobil STO sampai siap turun di race dan lagi2 saya bermaksud untuk tidak menggurui karena saya juga masih newbie dalam hal ini. Banyak sekali topik2 yang bisa diangkat dalam menyeting mobil ini, sebenarnya cukup untuk subscribe channel mengenai Tamiya Mini4Wd ini di youtube, mungkin bisa jadi referensi channelnya MadTang ataupun channelnya TeamFlazh, salah satu dedengkot tamiya mini4wd yang berdomisili di Surabaya. Tidak lupa kalau mencari inspirasi modifikasi mobil bisa juga lewat Pinterest ataupun Instagram, cukup dengan mencari hashtag #tamiyamini4wd ataupun #mini4wd dijamin pasti bakal ngiler2 deh terutama kalau melihat mobil para racer jepang disana :D, bisa juga lewat aplikasi di android, cari saja aplikasi Condele di play store.

Okey..sekian dulu post pembukaan saya mengenai Tamiya Mini4wd ini, semoga masih bisa menulis tentang hobby ini di kemudian hari (kalau ada waktu dan tidak malas :D)

Continue Reading

Berkunjung ke Bangkok

Terakhir saya ke Bangkok itu tahun lalu menghadiri conference forum yg diadakan diadakan oleh Sabre Hospitality, kali ini saya berkesempatan untuk berkunjung kembali ke kota ini dalam rangka workshop seharian full persis dengan vendor yang sama.

Saya berangkat via bandara Ngurah Rai Bali menujue Don Mueang Bangkok dan entah lah..selalu ada saja beberapa teman yang saya temui di bandara menuju tujuan yang sama, kali ini saya bertemu Dini (salah satu teman ecommerce) dia akan berlibur ke Bangkok bersama keluarga, dan Mas Anton (Kumendannya BBC) berangkat menuju Myanmar via Bangkok (iki liputan plus jalan2, wuenak tenannn, hahaa..). Pesawat langganan menuju Don Mueang adalah biasa, kapan saya bisa menuju Suvarnabumi haahhh :D. Sesampai di bandara, kami memesan langsung airport pickup PP, biaya kurang lebih sekitar 1000 baht, jarak dari bandara menuju Bangkok kurang lebih ditempuh sekitar 45 menitan, kalau mungkin tiba sore hari lebih baik ambil jalur high way, karena trafic lumayan parah dibanding tiba siang hari.

Saya menginap di Sukosol Hotel, sekaligus sebagai tempat workshop keesokan harinya, hotel lumayan bagus dan berarsitektur khas Thailand. Karena memanfaatkan waktu, saya dan teman langsung beranjak keluar hotel, tujuan pertama tentu saja kuliner (karena pas emang laper sik), Siam Paragon adalah tujuan kami, dengan berbekal google maps, penggunaan BTS train adalah opsi yang termurah, kurang lebih sekitar 30 baht per orang. Siam Paragorn berjarak tidak begitu jauh dari station pertama, hanya melewati satu station saja, yaitu Siam station. Siam merupakan station interchange yang mana bisa melanjutkan ke tujuan lainnya. Di daerah Siam, ada 2 mall besar; Siam Paragon (berisi tenant brand2 besar sama seperti Orchard Road nya Singapore lah) dan Siam Discovery. Wisata kuliner berada di lantai paling bawah, tempatnya bersih dan berbagai macam makanan tersedia disini. Antara Siam Paragon dan Siam Discovery terdapat lapangan yg cukup luas dan berbagai ornament berbentuk binatang (cocok untuk tempat foto2 niii), saya telisik lebih jauh ternyata ornament binatang ini terbuat dari besi atau logam yang disusun rapih membentuk karakter binatang tertentu.

Siam Paragon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan selanjutnya adalah Madame Tussaud, terletak di Siam Discovery lantai 5, tiket masuk kesini sudah dipesan sebelumnya oleh teman saya, jadi bisa dibilang tiket promo lah, kurang lebih harga ? baht. Koleksi Madame Tausaud ini lumayan banyak, mulai dari actor, actris, olahragawan, musisi sampai presiden dari berbagai negara tertentu, bahkan patung lilin Presiden Sukarno ada loh :), berikut beberapa foto yang saya sempat abadikan:

Kelar dari Madame Tausaud perut melapar lagi, kali ini kami mencoba ramen dan dilanjutkan berbelanja oleh2 makanan yg kebetulan tidak jauh dari tempat kami makan ramen. Sebelum pulang dilanjut dengan desert di afteryoudesert.com..hajar teross bleh! Pulang ke hotel via BTS train lagi sama seperti jalur pertama.

Keesokan harinya workshop dimulai, banyak materi yang berguna dalam workshop ini dan tentunya tidak ketinggalan networking dengan sesama peserta workshop. Selepas workshop kurang lebih jam 5.30 sore, saya memutuskan untuk pergi ke membeli Tamiya di Thaniya Plaza, tadinya mau pergi sendiri tapi teman2 mengikuti. Jarak menuju plaza tersebut tidak begitu jauh dari hotel kurang lebih sekitar 5km, cuman karena pada saat itu traffic lumayan parah dan ditempuh dalam waktu 1 jam. Thaniya Plaza tidak begitu besar seperti mall kebanyakan dan berada di district yang lumayan rame dan kental akan kehidupan malam di Bangkok. Saya hanya membeli 2 kit saja disini (ini pun bukan jenis mobil mini4wd yang biasa dipakai balapan, lebih ke mobil pajangan jenis Jimny dan Nissan offroad), beberapa sticker dan cutting mat tamiya, pengennya sih beli lebih banyak tetapi waktu yang terbatas dan teman lain hanya menunggu diluar toko jadi tidak enak kalau lama2 disini.

me-at-siam-tamiya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilanjut pergi ke Platinum mall via BTS train dari Thaniya Plaza, saya mengunjungi tempat ini juga tahun lalu, lebih banyak menjual pakaian dewasa maupun anak2, tas dengan harga yang bersahabat, pusat oleh2 juga ada di lantai atas. Cuman sayangnya mall ini tutup jam 8 malam jadi saya tidak sempat berbelanja dan hanya melihat2 saja dan ditambah ada kejadian teman saya hilang karena asik berbelanja hahaha…bisa dibuat sinetron nih karena emang drama banget 😛 selepas tutup mall bukan berarti mall sepi, diluar mall justru banyak yang menggelar dagangan lain dan beberapa kuliner di food truck dan lagi2 harga bersahabat dan bisa ditawar. Saya sempat membeli gantungan kunci berbentuk boneka dengan customize nama di tengahnya, lumayan buat oleh2 khas Bangkok.

Beranjak dari Platinum mall menuju hotel kurang lebih pukul 10.30 malam, tadinya mau lanjut jalan sendirian tapi saya urungkan karena sudah capek dan belum packing untuk flight besok. Flight jam 12 siang sih tapi airport pickup sudah menjemput kami jam 8, menunggu di Don Mueang tidaklah membosankan, ada free wifi dan beberapa gerai duty free disana, saya sempat membeli sebotol wine, coffee mix sachet dan beberapa bungkus coklat untuk dibawa pulang, tidak lupa sarapan ala Thai dan selebihnya siap2 headset dan full charge battery untuk bekal 4 jam selama di pesawat.

Well..saya berharap bisa berkunjung ke bangkok di kemudian hari, tentunya bersama keluarga 🙂

Balik dulu John!

Balik dulu john!

 

Continue Reading
1 2 3 12