Banjir!!

Tumben..selama hidup di bali, baru kali ini aku jadi korban banjir 🙁 Minggu pagi itu aku menjemputnya di satu villa di canggu, karena yg punya villa itu lagi minggat ke england. Tiba2 datang sms yang menyebutkan di daerah tempat kost-nya, banjir hebat..weekss..tanpa ba-bi-bu, kami langsung menuju TKP.

banjir3


Betul saja…sepanjang arah menuju kost, di jln sidakarya dan jln mertasari, air sungai itu sudah meluap ke jalan, karena sudah setinggi lutut aku ga bisa memberanikan diri untuk menerobos banjir itu, akhirnya aku menitipkan motor di kantor balimoon dan berjalan kaki ke arah kost yang ada di jl tukad balian, tepatnya jalan wirasatya VI. Dari kejauhan tambak banjir menggenangi jalan sekitarnya, dan tidak ada selokan disamping kiri dan kanannya. Aku mencoba melewatinya, mula2 selutut, tapi akhirnya malah sepinggang dan kami sempat bertemu dengan beberapa orang yang lewat dan mengatakan bahwa sepanjang kost di sana, banjir sudah makin parah dan bahkan sampai seleher orang dewasa. Walah!! dalam hatiku..tapi aku masih saja penasaran, dan akhirnya menuju kesana. Disana pun sempet ketemu orang lagi yang sedang mengukur kedalaman banjir dengan bambu yang dibawanya. Benar saja, banjir itu sudah sampai semeter lebih bahkan aku lihat orang yang berada di ujung gang pun sudah sampai leher mereka. Ditambah disisi gang ada 2 arus sungai yang berlawanan, maka arus banjir pun makin deras, jadi antara sungai dan jalan sudah tidak ada bedanya..SEMUA ITU AIR BAH!!

banjir1

Akhirnya aku tidak memberanikan menuju kost, dan kembali ke jalan utk memutar masuk kost lewat rumah kakak-nya yang kebetulan satu tembok. Jalan menuju rumah pun sama parahnya, cuman setinggi pinggang dan harus mengangkat tas tinggi2 diatas kepala. Di dalam rumah pun sama saja, setinggi lutut di pekarangan dan setinggi mata kaki di dalam rumah. Akhirnya aku menuju kost lewat tembok dan menyelamatkan sebagian isi kost dan memindahkannya ke tempat yang aman. Dan aku liat di depan kost itu arus banjir makin deras dan orang2 pun malah bermain surfing disana..pikir mereka kapan lagi bisa surfing di depan rumah 😀

Karena kecapekan abis begadang tadi malem (lihat film italian job ampe jam 3 subuh) aku tertidur dikasur yang dibawahnya masih tergenang air. Setelah terbangun dan air agak surut, barulah beres2 kamar kost. Jam menunjukkan jam 4.40 sore ketika aku meninggalkan rumah itu dan ketinggian air pun hanya surut beberapa centi saja dan masih perlu perjuangan untuk keluar gang menuju jalan sblm akhirnya mengambil motorku yang aku titipkan tadi pagi.

Benar2 pengalaman banjir yang tak terlupakan…dan alhamdullilah setelah 2-3 hari ini banjir itu mulai mereda 🙂

You may also like

12 Comments

  1. Waduh.. semoga gak ketularan Jakarta yah.. Semoga Pemprov Bali bisa lebih giatlagi merencanakan pembangunan kota-nya.. sudah biar Jakarta saja yang langganan banjir.. Bali jangan ikut2an ya..

  2. @Luigi…amien..emang intinya kemaren itu masalah sampah mas, di deket kost emang ada tempat pembuangan sampah sementara sebelum dibawa ke TPA..hujan dateng, en kesumbat dech..jadilah AIR BAH!!!

    @Yanuar…brarti taun depan giliran ente lagi dunk 😀

  3. saya sebagai orang bali tukut prihatin dengan hal ini. Mari qta semua jaga Bali ini biar tetep BALI bersih aman lestari indah…! Jgan biarkan Bali seperti Jakarta yang dah langanan banjir setiap musim ujan. Bapak yang diatas… tolong lebih meperhatikan job desc anda…

  4. Saya pikir bakalan ada cerita heroik penyelamatan bareng si ‘dia’ saat Banjir mulai merambah…. ending tentu saja bisa diabadikan via 3gp. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *