Kebayang kan kalau…

Post ini ditulis waktu kejadian tempo hari, waktu menghadiri pernikahan Yanuarie di Tabanan nun jauh disana..berangkat dari denpasar dan kumpul di rumah empunya rumah tulisan dan sang bunda, ditambah bani en teman perempuan (girl friend) gus tulank. Aku menunggu efi yang datang ama sang driver dan janjian ketemu di jalan bedahulu (jalan yang penuh kenangan sang driver) hihihihi… Sepanjang perjalanan tidak ada yang istimewa, hanya mampir sekitar 10 menit untuk berbuka puasa. Lepas kota, undangan nikahan sudah ditangan karena harus berpatokan pada peta yang tertera disana. Dan benar memang jalur di peta dengan nyatanya berbeda 180 derajat! Dua kali nyasar dan mesti harus bertanya pada penduduk sekitar. Akhirnya mobil2 yang berderet deret di depan kami melegakan perasaan ini, sudah sampai ternyata…

Cukup banyak teman BBC yang kami temui disana, hampir semua wajah kukenal dan memang itu2 saja :D. Penganten menyambut kami dengan hangat meskipun waktu itu hujan rintik2. Ramah tamah sebentar lalu dilanjutkan dengan makan malam. Kurang dari sejam kami disana dan akhirnya kami pamitan mendahului yang lain..plus jeprat jepret terakhir ama Penganten sebelum pulang.

yanuarie

Nah..perjalanan pulang baru seru bukan main! kami tetap di belakang mobil Antonemus sekeluarga, entah mengapa terasa ada yang tidak beres ama mobil ini, jalan tersendat2 dan sang supir pun berkata ” duh..lupa beli bensin” mampus loh! πŸ˜€ dan benar memang tanjakan terakhir mobil sudah tidak bisa ditolong lagi…mati pas tanjakan dah! di starter berapa kali pun tetep mati…gelap gulita, hujan mulai deras dan tidak ada sinyal utk menghubungi siapa2, perfect dah!. terlihat cahaya motor dari belakang, ach sudah lah cegat saja pikirku dalam hati..dengan sedikit basa basi akhirnya si bli itu mau mengantarku mencari bensin..toko pertama tidak jual karena sudah tutup, sekitar 500 meter lagi masih ada toko eceran yang jual bensin meskipun itu tinggalΒ  2 liter..syukur lah dari pada kagak πŸ˜› kembali diantar si bli ke TKP. Isi dan sedikit digoyang2, akhirnya..brummmm…mobil nyala! tanpa babibu, sisa duit bensin aku kasih ke si bli sebagai tanda terimakasih..Suksma enggih Bli πŸ™‚

Perjalanan di lanjutkan dan begitu ada sinyal, sms dan telp sang bunda berdering dan ternyata mereka menunggu cukup lama di toko eceran bensin satu lagi..whuiihh..”kami nunggu kalian cukup lama” kata bunda :D. Sepanjang perjalanan tak terasa coz dengerin curhatnya sang supir πŸ˜€ Sesampainya di denpasar di rumah suami bunda, cemilan dan teh tarik disajikan..lumayan perjalanan cukup panjang, sehingga perut keroncongan lagi, dan sedikit bercerita mengenai kejadian tadi….dan akhirnya bubar πŸ˜€

well..kebayang kan kalau si Bli itu ga ada…:D

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *