Memory Parahyangan

Ya…tanggal 27 april lalu terdengar berita bahwa hari itu adalah hari terakhir pengoperasian KA Parahyangan jurusan Bandung – Jakarta. Kabarnya penutupan jalur KA ini disebabkan adanya Tol Cipularang yang jarak tempuh ke jakarta hanya sekitar 2 jam dari bandung, sedangkan naik KA ini ditempuh lebih lama.Saya sendiri pernah mengalami numpang kereta api legendaris itu.

Dulu jaman jadul alias masih kuliah di bandung, apalagi sewaktu liburan tiba..jika nggak mudik ke bali pasti mudiknya ke jakarta, ke rumah mas wiwi junkies teman masa kuliah dulu. Entah karena si mas wiwi sendiri yang sudah terbiasa naek KA ini, atau bagaimana, yang jelas ada trik sendiri untuk naek KA tanpa harus membeli tiket kereta. Ya…kami menumpang di kereta paling depan, alias di tempat masinis..dulu jaman itu hanya cukup membayar 15 – 20 ribu perak dari harga asli tiket 60 ribu. Entahlah…sepertinya si masinis itu sudah maklum di beri uang segitu, lagian tidak cuma kami saja yang menumpang disana, cukup banyak penumpang lainnya..yang kira2 5-7 orang. Tentunya tempat duduk terbatas dan kalaupun ingin duduk ya cukup gantian saja dan satu lagi yang membuat deg degan yaitu dengan adanya razia di stasiun tempat yang di lalui kereta…dan lagi2 si masinis ini melambaikan tangannya tanda bahwa lokomotif itu sudah aman dan si polisi yang merazia bisa melanjutkan ke gerbong selanjutnya..padahal mah kami sudah bersembunyi disana 😀 dan dalam hati bergumam..AMAN!
Malahan cara seperti ini saya rekomendasi kepada seorang teman yang ingin ke jakarta tanpa kena macet dan murah meriah tapi beresiko dan hebatnya dia itu seorang perempuan 😉

Itu salah satu kejadian yang pernah saya alami, dan beberapa perjalanan pun saya lewati dengan kereta itu baik dengan rombongan teman atau sendirian kala menyusuri jalanan menuju bandara cengkareng, saat tiba di stasiun gambir lalu naik bus damri yang selalu siap dengan tujuan bandara, begitu pun sebaliknya.

Sayang memang kereta ini berhenti beroperasi, tapi terdengar kabar memang ada kereta penggantinya yaitu kereta Argo Parahyangan gabungan kereta Argo Gede dan Parahyangan. Dan semoga nanti saya bisa menikmatinya lagi, meskipun tidak se-sering dulu ketika KA Parahyangan masih ada 🙂

You may also like

3 Comments

  1. apa boleh buat. yg tua dan lambat memang harus diganti dengan yg muda dan lebih cepat. itu sudah takdir zaman. maka selamat bernostalgia. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *