Pendakian ke Gunung Batur

Ini pendakian kedua saya ke Gunung Batur, pendakian pertama sekitar bulan April lalu yang mana pada saat itu cuaca di sekitar gunung batur agak berkabut dan hujan ketika sampai atas, well…pendakian kedua ini untungnya cuaca agak bersahabat dan bisa dibilang kami dapat moment yang tepat ketika sampai diatas 🙂

Pendakian kedua ini saya lakukan bersama teman2 di hotel yang juga ikut pendakian pertama dan ada beberapa teman hotel lain yang ikut pendakian juga. Kami berangkat terpisah pisah, ada yang berangkat lebih dahulu karena sudah menyewa penginapan disana, saya berangkat jam 11 malam bersama 1 mobil lain, dan perjalanan ditempuh kurang lebih 1.5 jam menuju kintamani. Jam 1 lebih kami sampai dan berlanjut beristirahat di Segara hotel (karena teman lain sudah menyewa beberapa kamar disini untuk beristirahat). Lumayan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu rombongan lain datang dan akhirnya kami berangkat jam 3 dinihari menuju meeting point dengan Pak Ketut (Guide langganan), sayangnya 1 mobil lain yang bergabung tidak bisa mengikuti alur mobil yang saya tumpangi dan akhirnya mentok di jalur pendakian Pura Jati, karena jarang ada sinyal disana maka komunikasi terputus dan akhirnya kami janjian untuk ketemu di puncak.

Jalur pendakian bersama Pak Ketut ini termasuk jalur pendakian terpendek, yaitu di Desa Serongga dan bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam untuk sampai di puncak. Kali ini Pak Ketut membawa keponakan perempuannya Wayan untuk menemani karena rombongan kami yang cukup banyak orang, total yang mendaki kali ini 16 orang. Mobil parkir pun disekitar rumah Pak Ketut dan jalur trekking tepat dibelakang ladangnya, jadi bisa dibilang jalur ini langsung menanjak karena berada tepat di bawah gunung. Cuaca cukup cerah pada saat kami mulai mendaki sekitar jam 4 pagi, jalur berpasir dan berdebu ditemui pertama kali sampai sekitar setengah perjalanan menuju puncak. Selebihnya ditengah ada jalur landai dan berpohon tapi kemudian menanjak lagi. Sebelum puncak tampak matahari sudah mulai terbit dan teman saya mengambil foto ini untuk saya, tjakep kan! (pemandangannya..bukan saya :D)

sebelum-puncak-batur

Piss!
piss-sebelum-puncak

Jarak ke puncak hanya beberapa langkah lagi, kami sampai di puncak sekitar pukul 6.30 dan matahari sudah mulai meninggi tapi tidak lama kemudian tertutup kabut. Menikmati kopi panas atau teh manis di warung sekitaran sana memang nikmat, apalagi ditambah kebul asap rokoknya, beughhh…syadaaappp! :D. Sebenarnya jalur ini bukanlah jalur paling puncak, ada satu titik point yang mesti dikunjungi lagi, tapi tidak apalah yang penting sudah di puncak dan berfoto2 ria. Team yang terpisah tadi pagi pun sudah sampai dan ternyata memang tidak bertemu, mereka ada di puncak lainnya.

Lumayan lama kami di puncak dan ketika kabut mulai turun kami pun beranjak turun, jalur trek turun kami sama persis dengan trek naik, tapi team sebelah mengambil jalur Toya bungkah, dimana bisa langsung menuju ke air panas di Toya Devasya. Ini beberapa moment di puncak dan turun kami.

Well…saya jadi ketagihan untuk trekking lagi dan kami pun berencana untuk trekking selanjutnya ke…..Gunung Catur! semoga kesampaian 🙂

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *