Setahun disini…

1 oktober lalu, tepat satu tahun saya berada disini . Dengan label sebagai support, banyak hal yang saya lewati melalui satu tahap yang dinamakan pembelajaran. Dan memang tidak mudah untuk belajar satu sistem, khususnya di bidang perhotelan yang mana sistemnya terintegrasi (satu dan yang lainnya saling berhubungan) dan satu hal yang pasti sistem itu tidak akan pernah berhenti, selama hotel tidak tutup maka sistem itu akan terus berjalan, nah tugas kita sebagai support adalah menjadi supaya sistem itu running well.

Sebagai orang support, label mesti stand by 24 jam memang tidak salah, dan saya mengerti akan hal itu seperti diawal saya mengiyakan menyanggupinya, dan memang disediakan fasilitas untuk itu. Yang dibutuhkan hanya kemauan keras, loyalitas dan ketahanan tubuh. Dalam versi saya..Kemauan Keras yaitu mau ga kamu menerima telepon atau diganggu pada saat diluar jam kerja ? Loyalitas pekerjaan ini tidak membutuhkan waktu 9 jam kerja..bahkan lebih, dan saya dituntut untuk itu. Ketahanan Tubuh…kadang diperlukan extra tenaga untuk ini, kadang dalam keadaan kondisi tubuh kurang fit pun mesti siap sedia.

Banyak yang saya lewati selama setahun terakhir disini diluar pembelajaran. Yang biasa saya tampil apa adanya di tempat kerja sebelumnya, tidak disini..disini dituntut rapi dalam berpakaian dan tidak boleh berjenggot. Menambah teman dan koneksi dan mereka pun orangnya asik asik lowh 😉 Oh ya..banyak MACAN (manusia cantik) disini, dan saya lebih mengutamakan request dari mereka, hiihihih….(nggak dink…cuman prioritas didahulukan :D)


Selebihnya…dalam hal pekerjaan tentunya sama saja (dimanapun akan tetap sama saya kira) butuh keuletan dalam menjalaninya, tidak usah neko neko, jalani saja..support akan selalu menjadi support (kecuali takdir mengatakan beda).
Sekali lagi…memang butuh waktu untuk mengerti benar sebuah sistem dan seiring berjalannya waktu…karir tentu saja akan berkembang, let see…;)

Continue Reading

Kemana aja di Bandung ?

• Ke Makam Sirnaraga : Berdoa dan Nyekar dulu ke sesepuh yang telah mendahului kita

• Ke ITC Kebon Kalapa : Mo nyari pakaian, sepatu dengan harga miring disini tempatnya

Yogya Dept Store Kepatihan : Bisa jalan kaki dari ITC, disepanjang jalan dijual berbagai macam barang dan makanan tentunya, murah meriah lah..kami mencoba baso ceker dan batagornya

The Secret, The Summit, Heritage : Semua FO ini ada daerah Riau (Jl, LE Martadinata) silahkan berjalan utk pilih2 sepanjang jalan ini

Komplek Riung Bandung : Minjem motor euy..mau macet, gih sana gih!

Yoghurt Cisangkuy : Wow..yoghurt strawberry shakenya manteb dech

• Dago : Coba mampir ke Grande, Glamour, tapi recommend sih ke Blossom ama The Man (tempat fashionnya lelakih)

• Bebek Goreng di belakang rumah sakit St Borromeus, bebeknya manteb…cuman siap2 antri kalo mau beli, lebih baik datang pas sore hari.

Rumah Mode : FO nya luas dan lengkap, tapi jangan harap kesana tanpa kemacetan.

• Jl Cihampelas : memang pusatnya jeans, tapi jangan lupa mampir ke Ciwalk donk!

Padalarang : Sejenak mampir ke Bandung

Lembang : Beli colenak atau ketan dipinggir jalan raya lembang, hmmm…en maunya ke lembang kencana (mau beli susu murni) tapi ga sempet..satu lagi ciater ternyata di skip dari jadwal.

Gazeeboo : ada pasar kaget tiap minggu pagi, murah meriah dan bisa ditawar coy

Batagor Riri : Katanya sih Batagor terenak di Bandung, apalagi potoh2 selebritis itu terpampang di dindingnya.

Soreang : Yak…lagi ke Bandung

Cibaduyut : Cari sepatu buat oleh2

Ampera Kebon Kawung : Maunya sih ke warung Bu Imas, tapi apa daya penuh dan mengantri euy, ya sudahlah cari Ampera ajah

• Ke BIP : nongtong Eclipse duluw di mall ini 😉

masih banyak yang mesti dikunjungi, semoga lain waktu bisa mampir kesana lagi, dan tentunya siapin budget lagi 😛

note: silahkan di explore lebih lanjut kalau mau cari hotel dan akomodasi murah di bandung 😉

Continue Reading

Kamar itu…

Ingatan saya kembali ke 7 tahun yang lalu, ketika masih kuliah saya mendiami kamar kecil yang hanya berisi ranjang jadul dan lemari kecil disampingnya. Jam kamar itu masih seperti yang dulu, tiap diisi batere paling cuman bertahan sebentar, abis itu jarum jam berhenti lagi. Hanya meja saja yang berpindah tempat, dulunya meja itu dipake buat tempat komputer. Kamar itu memang sedikit lembab, tidak ada jendela hanya ventilasi se-uprit saja, dan kadang kadang diganggu suara curut yang numpang masuk ketika pintu kamar terbuka, tapi sekarang nggak lagi soalnya curutnya sudah gede 😀

Dan satu lagi bed cover dari bali dan selimut coklat pun masih ada di kamar itu, cuman satu yang berubah bantalnya menjadi keras, bukan karena berubah karena waktu, tapi bantal yang empuk di pindah ke kamar sebelahnya 😛

Dulu hanya sendiri menikmati kesendirian di kamar itu, kalo nggak nonton film ya denger mp3 lewat earphone ketika menjelang tidur, tapi sekarang tidak lagi…ada tambahan satu guling untuk dipeluk, sehingga menjadi hangat :D…dan saya bercerita kepadaNya mengenai kamar ini.

Well..selamat tidur 🙂

Continue Reading

rencana ke bandung ituh…

Sudah sejak 6 bulan lalu kepikiran, dan akhir maret booking tiket supaya dapet harga murah (begitulah ceritanya) sekalian sih merayakan Happy Anniversary kita atau bulan madu yang tertunda gitu dech…

Rencana dan jadwal kami siapkan per harinya, kunjungan ke sanak saudara yang rupanya tidak saling berdekatan jaraknya. Dari ciroyom, riung bandung, soreang, sampai lembang, belum lagi silaturahmi ke teman masa kuliah dulu (kalau sempat dan…di sempat2 kan lah) dan tentunya tidak lupa oleh2 dari bali untuk mereka (tidak semua sih..beberapa sajalah)

Denger berita dari beberapa saudara yang baru balik beberapa bulan lalu dari bandung, kemacetan di bandung makin parah, mall makin menjamur di sana sini..wah, tapi gadis cantiknya ga berkurang kan 😛 Yah..akhirnya memutuskan kalo kesana sini di bandung naek motor aja dah, biar ga ribet! lupakan mobil atau kalo mau cuci mata naeklah angkot sapa tau beruntung dapet seangkot ama mojang bandung nu gareulis 😀

Satu lagi…bawa oleh2 ke bandung, tentu ada timbal balik bawa oleh2 dari bandung tentunya..untuk hal ini mesti bawa satu spare tas kosong lagi dech, dan semoga kami tidak gila belanja (cukup kuliner sajah) karena kami tight on budget! hahahaha….

happy holiday… 🙂

Continue Reading

Memory Parahyangan

Ya…tanggal 27 april lalu terdengar berita bahwa hari itu adalah hari terakhir pengoperasian KA Parahyangan jurusan Bandung – Jakarta. Kabarnya penutupan jalur KA ini disebabkan adanya Tol Cipularang yang jarak tempuh ke jakarta hanya sekitar 2 jam dari bandung, sedangkan naik KA ini ditempuh lebih lama.Saya sendiri pernah mengalami numpang kereta api legendaris itu.

Dulu jaman jadul alias masih kuliah di bandung, apalagi sewaktu liburan tiba..jika nggak mudik ke bali pasti mudiknya ke jakarta, ke rumah mas wiwi junkies teman masa kuliah dulu. Entah karena si mas wiwi sendiri yang sudah terbiasa naek KA ini, atau bagaimana, yang jelas ada trik sendiri untuk naek KA tanpa harus membeli tiket kereta. Ya…kami menumpang di kereta paling depan, alias di tempat masinis..dulu jaman itu hanya cukup membayar 15 – 20 ribu perak dari harga asli tiket 60 ribu. Entahlah…sepertinya si masinis itu sudah maklum di beri uang segitu, lagian tidak cuma kami saja yang menumpang disana, cukup banyak penumpang lainnya..yang kira2 5-7 orang. Tentunya tempat duduk terbatas dan kalaupun ingin duduk ya cukup gantian saja dan satu lagi yang membuat deg degan yaitu dengan adanya razia di stasiun tempat yang di lalui kereta…dan lagi2 si masinis ini melambaikan tangannya tanda bahwa lokomotif itu sudah aman dan si polisi yang merazia bisa melanjutkan ke gerbong selanjutnya..padahal mah kami sudah bersembunyi disana 😀 dan dalam hati bergumam..AMAN!
Malahan cara seperti ini saya rekomendasi kepada seorang teman yang ingin ke jakarta tanpa kena macet dan murah meriah tapi beresiko dan hebatnya dia itu seorang perempuan 😉

Itu salah satu kejadian yang pernah saya alami, dan beberapa perjalanan pun saya lewati dengan kereta itu baik dengan rombongan teman atau sendirian kala menyusuri jalanan menuju bandara cengkareng, saat tiba di stasiun gambir lalu naik bus damri yang selalu siap dengan tujuan bandara, begitu pun sebaliknya.

Sayang memang kereta ini berhenti beroperasi, tapi terdengar kabar memang ada kereta penggantinya yaitu kereta Argo Parahyangan gabungan kereta Argo Gede dan Parahyangan. Dan semoga nanti saya bisa menikmatinya lagi, meskipun tidak se-sering dulu ketika KA Parahyangan masih ada 🙂

Continue Reading