Kemana aja di Bandung ?

• Ke Makam Sirnaraga : Berdoa dan Nyekar dulu ke sesepuh yang telah mendahului kita

• Ke ITC Kebon Kalapa : Mo nyari pakaian, sepatu dengan harga miring disini tempatnya

Yogya Dept Store Kepatihan : Bisa jalan kaki dari ITC, disepanjang jalan dijual berbagai macam barang dan makanan tentunya, murah meriah lah..kami mencoba baso ceker dan batagornya

The Secret, The Summit, Heritage : Semua FO ini ada daerah Riau (Jl, LE Martadinata) silahkan berjalan utk pilih2 sepanjang jalan ini

Komplek Riung Bandung : Minjem motor euy..mau macet, gih sana gih!

Yoghurt Cisangkuy : Wow..yoghurt strawberry shakenya manteb dech

• Dago : Coba mampir ke Grande, Glamour, tapi recommend sih ke Blossom ama The Man (tempat fashionnya lelakih)

• Bebek Goreng di belakang rumah sakit St Borromeus, bebeknya manteb…cuman siap2 antri kalo mau beli, lebih baik datang pas sore hari.

Rumah Mode : FO nya luas dan lengkap, tapi jangan harap kesana tanpa kemacetan.

• Jl Cihampelas : memang pusatnya jeans, tapi jangan lupa mampir ke Ciwalk donk!

Padalarang : Sejenak mampir ke Bandung

Lembang : Beli colenak atau ketan dipinggir jalan raya lembang, hmmm…en maunya ke lembang kencana (mau beli susu murni) tapi ga sempet..satu lagi ciater ternyata di skip dari jadwal.

Gazeeboo : ada pasar kaget tiap minggu pagi, murah meriah dan bisa ditawar coy

Batagor Riri : Katanya sih Batagor terenak di Bandung, apalagi potoh2 selebritis itu terpampang di dindingnya.

Soreang : Yak…lagi ke Bandung

Cibaduyut : Cari sepatu buat oleh2

Ampera Kebon Kawung : Maunya sih ke warung Bu Imas, tapi apa daya penuh dan mengantri euy, ya sudahlah cari Ampera ajah

• Ke BIP : nongtong Eclipse duluw di mall ini 😉

masih banyak yang mesti dikunjungi, semoga lain waktu bisa mampir kesana lagi, dan tentunya siapin budget lagi 😛

note: silahkan di explore lebih lanjut kalau mau cari hotel dan akomodasi murah di bandung 😉

Continue Reading

Kamar itu…

Ingatan saya kembali ke 7 tahun yang lalu, ketika masih kuliah saya mendiami kamar kecil yang hanya berisi ranjang jadul dan lemari kecil disampingnya. Jam kamar itu masih seperti yang dulu, tiap diisi batere paling cuman bertahan sebentar, abis itu jarum jam berhenti lagi. Hanya meja saja yang berpindah tempat, dulunya meja itu dipake buat tempat komputer. Kamar itu memang sedikit lembab, tidak ada jendela hanya ventilasi se-uprit saja, dan kadang kadang diganggu suara curut yang numpang masuk ketika pintu kamar terbuka, tapi sekarang nggak lagi soalnya curutnya sudah gede 😀

Dan satu lagi bed cover dari bali dan selimut coklat pun masih ada di kamar itu, cuman satu yang berubah bantalnya menjadi keras, bukan karena berubah karena waktu, tapi bantal yang empuk di pindah ke kamar sebelahnya 😛

Dulu hanya sendiri menikmati kesendirian di kamar itu, kalo nggak nonton film ya denger mp3 lewat earphone ketika menjelang tidur, tapi sekarang tidak lagi…ada tambahan satu guling untuk dipeluk, sehingga menjadi hangat :D…dan saya bercerita kepadaNya mengenai kamar ini.

Well..selamat tidur 🙂

Continue Reading

rencana ke bandung ituh…

Sudah sejak 6 bulan lalu kepikiran, dan akhir maret booking tiket supaya dapet harga murah (begitulah ceritanya) sekalian sih merayakan Happy Anniversary kita atau bulan madu yang tertunda gitu dech…

Rencana dan jadwal kami siapkan per harinya, kunjungan ke sanak saudara yang rupanya tidak saling berdekatan jaraknya. Dari ciroyom, riung bandung, soreang, sampai lembang, belum lagi silaturahmi ke teman masa kuliah dulu (kalau sempat dan…di sempat2 kan lah) dan tentunya tidak lupa oleh2 dari bali untuk mereka (tidak semua sih..beberapa sajalah)

Denger berita dari beberapa saudara yang baru balik beberapa bulan lalu dari bandung, kemacetan di bandung makin parah, mall makin menjamur di sana sini..wah, tapi gadis cantiknya ga berkurang kan 😛 Yah..akhirnya memutuskan kalo kesana sini di bandung naek motor aja dah, biar ga ribet! lupakan mobil atau kalo mau cuci mata naeklah angkot sapa tau beruntung dapet seangkot ama mojang bandung nu gareulis 😀

Satu lagi…bawa oleh2 ke bandung, tentu ada timbal balik bawa oleh2 dari bandung tentunya..untuk hal ini mesti bawa satu spare tas kosong lagi dech, dan semoga kami tidak gila belanja (cukup kuliner sajah) karena kami tight on budget! hahahaha….

happy holiday… 🙂

Continue Reading

Memory Parahyangan

Ya…tanggal 27 april lalu terdengar berita bahwa hari itu adalah hari terakhir pengoperasian KA Parahyangan jurusan Bandung – Jakarta. Kabarnya penutupan jalur KA ini disebabkan adanya Tol Cipularang yang jarak tempuh ke jakarta hanya sekitar 2 jam dari bandung, sedangkan naik KA ini ditempuh lebih lama.Saya sendiri pernah mengalami numpang kereta api legendaris itu.

Dulu jaman jadul alias masih kuliah di bandung, apalagi sewaktu liburan tiba..jika nggak mudik ke bali pasti mudiknya ke jakarta, ke rumah mas wiwi junkies teman masa kuliah dulu. Entah karena si mas wiwi sendiri yang sudah terbiasa naek KA ini, atau bagaimana, yang jelas ada trik sendiri untuk naek KA tanpa harus membeli tiket kereta. Ya…kami menumpang di kereta paling depan, alias di tempat masinis..dulu jaman itu hanya cukup membayar 15 – 20 ribu perak dari harga asli tiket 60 ribu. Entahlah…sepertinya si masinis itu sudah maklum di beri uang segitu, lagian tidak cuma kami saja yang menumpang disana, cukup banyak penumpang lainnya..yang kira2 5-7 orang. Tentunya tempat duduk terbatas dan kalaupun ingin duduk ya cukup gantian saja dan satu lagi yang membuat deg degan yaitu dengan adanya razia di stasiun tempat yang di lalui kereta…dan lagi2 si masinis ini melambaikan tangannya tanda bahwa lokomotif itu sudah aman dan si polisi yang merazia bisa melanjutkan ke gerbong selanjutnya..padahal mah kami sudah bersembunyi disana 😀 dan dalam hati bergumam..AMAN!
Malahan cara seperti ini saya rekomendasi kepada seorang teman yang ingin ke jakarta tanpa kena macet dan murah meriah tapi beresiko dan hebatnya dia itu seorang perempuan 😉

Itu salah satu kejadian yang pernah saya alami, dan beberapa perjalanan pun saya lewati dengan kereta itu baik dengan rombongan teman atau sendirian kala menyusuri jalanan menuju bandara cengkareng, saat tiba di stasiun gambir lalu naik bus damri yang selalu siap dengan tujuan bandara, begitu pun sebaliknya.

Sayang memang kereta ini berhenti beroperasi, tapi terdengar kabar memang ada kereta penggantinya yaitu kereta Argo Parahyangan gabungan kereta Argo Gede dan Parahyangan. Dan semoga nanti saya bisa menikmatinya lagi, meskipun tidak se-sering dulu ketika KA Parahyangan masih ada 🙂

Continue Reading

Laptop yang Raib

Kejadian itu terjadi seminggu yang lalu, jumat adalah hari libur saya dan memang hari itu saya jadwalkan untuk bermain games bola kegemaran saya. Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 pagi dan kebetulan hari itu saya juga harus mengantar Efi ke kantor, laptop di nyalakan diatas meja dengan baterei dilepas dan baterei saya taruh pas dibawah meja. Saya telah menghidupkan motor dan menunggu Efi di luar, agak lama saya menunggu karena waktu itu Efi sedang mengunci jendela yang memang agak susah di kunci. Jarak antara kostan dan kantor Efi tidak terlalu jauh, selepas mengantarnya saya berpikiran sekalian membeli sarapan karena memang perut sudah keroncongan.

Sesampainya di kost saya terperanjat bukan main, Laptop yang saya taruh di meja kok tidak ada! dan waktu itu jendela sudah dalam keadaaan terbuka. Pertama saya berpikiran ach…paling dipinjam kakak efi disebelah, saya langsung menanyakan hal itu, tetapi jawabannya tidak ada, wah saya langsung berpikiran bahwa laptop saya raib di gondol maling!

Continue Reading

Turis Lokal Seharian

Ya…hari itu merupakan hari ulang tahunnya, dari jauh hari kita memang merencanakan untuk jalan jalan ke tempat itu. Ubud adalah tujuan kita, dan memang sudah lama tidak berkunjung ke ubud pasca foto pasca wedding itu terakhir ama Sakti Soe dan Asn.

Jalan menuju Ubud cukup jauh dari tempat tinggal kita, bermotor ria memakan waktu kurang lebih 40 menit, tidak ngebut…santai saja 😉 Karena hari sudah siang dan memang tujuan pertama kita adalah cari makan di ubud. Naughty Nuri’s adalah tujuannya. Warung sederhana namun cukup ternama di kawasan ini, bahkan pernah masuk New York Times oleh karena salah satu kontributornya pernah makan disana. Letaknya di pinggir jalan, Jl Sanggingan di seberang museum neka. Hari itu cukup sepi karena memang belum jam makan siang, saya lihat pun hanya ada 1 rombongan bersama kita waktu itu. Cuaca cukup panas siang itu sehingga kita memutuskan untuk duduk di tempat duduk paling luar. Dia memesan Spare Ribs-nya yang konon menjadi makanan favorit disini, sedang saya cukup dengan Beef Burger saja. Buat make sure saja Spare Ribs itu mengandung Babi 100% dan Beef Burger nya pun ada helaian Ham but tidak 100%. Tapi ya..enak2 saja tuh 😀

Sehabis makan kita rencana untuk mengunjungi museum antonio blanco, tapi entah mengapa begitu lewat tempat itu kok ga jadi, jadi ya sudah teruskan saja. Tujuan selanjutnya adalah Pasar Ubud. Sebelumnya memang kita tidak pernah ke pasar ini, jadi ini merupakan kunjungan pertama. Sebuah daster dan tas jadi di belinya dan lagi2 dengan tawar menawar ala wanita, jadi maksudnya gini..minta dengan harga serendah mungkin lalu berlalu begitu saja menuju toko selanjutnya. Akhirnya si penjual pun memanggilnya kembali dengan harga yang ditawarnya tadi 😀 Pinter kamu dear…

Setelah puas keliling pasar, kita memutuskan untuk berjalan kaki mencari ATM terdekat dan mengunjungi Jalan Kajeng, Tempat Walk of Fame-nya Ubud dan juga tempat memorabilia Si Sakti Soe kunjungi waktu itu, yang quotenya “Cinta..kamu ga papa kan?” tapi sayang tidak semua tulisannya terlihat karena pas kebetulan ada mobil parkir dibawah tulisannya.

Hari memang terasa panas, sekitar jam 3 kita memutuskan untuk balik ke denpasar, tak lupa mampir ke toko kamera untuk perbaiki kamera saya yang rusak. Tangan dan kaki jadi belang sewaktu tiba dirumah, Ya iya lah wong jadi Turis Lokal seharian 😀

Continue Reading

Maag

Penyakit yang hampir 3 bulan belakangan ini selalu menyerang saya, khususnya ketika jadwal makan mulai sembarangan dan pantangan makanan mulai dimakan, Bah! ga ada obat yang mempan kecuali mesti di suntik langsung dan baru hilang selang 30 menit kemudian. Sumpah..sakit banget, nyeri di ulu hati seperti terbakar, kadang nyeri sampai ke punggung, sesak..dan gitu lah selanjutnya!

Ada dokter berkata kalau sudah sering seperti ini sebaiknya dilakukan Endoskopi, tapi ada pula dokter yang mengatakan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan asal rubah pola hidup dan makanan. Nah! berkaca dalam diri sendiri memang selama ini pola hidup mesti dirubah!!

Makasih juga buat Istri yang selalu siap sedia mengantar si pasien ini berobat dan selalu mengingatkan via email tentang pantangan makanan-nya

**gambar hanyalah imajinasi saya sajah 😀

Continue Reading
1 3 4 5 6 7 12